A. Sumber Tegangan AC
(Bolak-Balik)
Sumber arus listrik AC kependekan
dari Alternating Current, dikenal dengan arus bolak-balik karena merupakan
sumber arus yang dihasilkan oleh generator dan PLN. Arus AC ini dikatakan
bolak-balik karena arus yang mengalir tidak tetap yaitu dari positif ke negatif
dan dari negatif ke positif. Arus
listrik AC akan membentuk suatu gelombang yang dinamakan dengan gelombang sinus
atau lebih lengkapnya sinusoida. Di Indonesia sendiri listrik bolak-balik (AC)
dipelihara dan berada dibawah naungan PLN, Indonesia menerapkan listrik
bolak-balik dengan frekuensi 50Hz. Tegangan standar yang diterapkan di
Indonesia untuk listrik bolak-balik 1 (satu) fasa adalah 220 volt. Tegangan dan
frekuensi ini terdapat pada rumah anda, kecuali jika anda tidak berlangganan
listrik PLN. Sumber arus listrik bolak-balik atau AC, meliputi :
1.
Generator
yaitu alat yang terbuat dari
magnet dan kumparan kawat, apabila salah satunya bergerak akan menghasilkan
listrik. Untuk menggerakannya dapat menggunakan turbin yang digerakkan oleh air
atau angin.
1. Bagian yang diam (stator).
2. Bagian yang bergerak (rotor).
·
Bagian
yang diam (Stator)
Bagian yang diam (stator) terdiri
dari beberapa bagian, yaitu:
1.
Inti stator.
Bentuk dari inti stator ini
berupa cincin laminasi-laminasi yang diikat serapat mungkin untuk menghindari
rugi-rugi arus eddy (eddy current losses). Pada inti ini terdapat slot-slot
untuk menempatkan konduktor dan untuk mengatur arah medan magnetnya.
2.
Belitan stator.
Bagian stator yang terdiri dari
beberapa batang konduktor yang terdapat di dalam slot-slot dan ujung-ujung
kumparan. Masing-masing slot dihubungkan untuk mendapatkan tegangan induksi.
3.
Alur stator.
Merupakan bagian stator yang
berperan sebagai tempat belitan stator ditempatkan.
4.
Rumah stator.
Bagian dari stator yang umumnya
terbuat dari besi tuang yang berbentuk silinder. Bagian belakang dari rumah
stator ini biasanya memiliki sirip-sirip sebagai alat bantu dalam proses
pendinginan.
·
Bagian
yang bergerak (Rotor)
Rotor adalah bagian generator
yang bergerak atau berputar. Antara rotor dan stator dipisahkan oleh celah
udara (air gap). Rotor terdiri dari dua bagian umum, yaitu:
1. Inti kutub
2. Kumparan medan
Pada bagian inti kutub terdapat
poros dan inti rotor yang memiliki fungsi sebagai jalan atau jalur fluks magnet
yang dibangkitkan oleh kumparan medan. Pada kumparan medan ini juga terdapat
dua bagian, yaitu bagian penghantar sebagai jalur untuk arus pemacuan dan
bagian yang diisolasi. Isolasi pada bagian ini harus benar-benar baik dalam hal
kekuatan mekanisnya, ketahanannya akan suhu yang tinggi dan ketahanannya terhadap
gaya sentrifugal yang besar.
Konstruksi rotor untuk generator
yang memiliki nilai putaran relatif tinggi biasanya menggunakan konstruksi
rotor dengan kutub silindris atau ”cylinderica poles” dan jumlah kutubnya
relatif sedikit (2, 4, 6). Konstruksi ini dirancang tahan terhadap gaya-gaya
yang lebih besar akibat putaran yang tinggi.
Prinsip dasar generator arus
bolak-balik menggunakan hukum Faraday yang menyatakan jika sebatang penghantar
berada pada medan magnet yang berubah-ubah, maka pada penghantar tersebut akan
terbentuk gaya gerak listrik.
Besar tegangan generator
bergantung pada :
1. Kecepatan putaran (N)
2. Jumlah kawat pada kumparan
yang memotong fluk (Z)
3. Banyaknya fluk magnet yang
dibangkitkan oleh medan magnet (f)
3. Konstruksi Generator
2. Dinamo
Dinamo sepeda merupakan generator
atau pembangkit listrik yang sederhana. Saat ini kita jarang menemukan sepeda
yang menggunakan dynamo. Dahulu ketika penggunaan sepeda motor dan mobil belum
sebanyak sekarang, sepeda masih menjadi sarana tranportasi yang cukup dominan,
baik siang maupun malam hari. Dinamo dipakai untuk menyalakan lampu sepeda pada
malam hari.
Dinamo sepeda pada
dasarnya adalah sebuah magnet yang dapat berputar dan sebuah kumparan tetap.
Jika roda sepeda di putar dan menyinggung kepala dinamo yang dihubungkan pada
sebuah magnet, sehingga putaran roda juga akan memutar magnet. Biasanya dinamo
sepeda mampu menghasilkan tegangan sebesar 6 -12 Volt.
Bagian utama
dinamo sepeda adalah sebuah magnet tetap dan kumparan yang disisipi besi lunak.
Bila magnet tetap diputar, perputaran tersebut menimbulkan GGL induksi dalam
kumparan. Bila sebuah lampu pijar (lampu sepeda) dipasang dalam kabel yang
menghubungkan kedua ujung kumparan. Lampu tadi akan dilewati arus induksi AC.
Akibatnya, lampu tersebut menyala. Nyala lampu akan makin terang bila
perputaran magnet tetap makin cepat (laju sepeda makin kencang).
B.
Sumber Tegangan DC (Searah)
Arus listrik DC (Direct current)
merupakan arus listrik searah. Pada awalnya aliran arus pada listrik DC
dikatakan mengalir dari ujung positif menuju ujung negatif. Semakin kesini
pengamatan-pengamatan yang dilakukan oleh para ahli menunjukkan bahwa pada arus
searah merupakan arus yang alirannya dari negatif (elektron) menuju kutub
positif. Aliran-aliran ini menyebabkan timbulnya lubang-lubang bermuatan
positif yang terlihat mengalir dari positif ke negatif. Contoh sumber arus ini,
yaitu baterai, aki, elemen volta, dan dinamo searah.
1. Baterai
Baterai (Elemen Kering) adalah alat
listrik-kimiawi yang menyimpan energi dan mengeluarkan tenaganya dalam bentuk
listrik. Baterai berfungsi
untuk mengubah energi kimia menjadi energi listrik. Baterai terdiri atas dua
elektroda dan masing-masing elektroda memiliki bahan kimia yang berbeda. Kedua
elektroda inilah yang menjadi kutub positif dan kutub negatif baterai. Sebuah baterai biasanya terdiri dari tiga
komponen penting, yaitu: batang karbon sebagai anode (kutub positif baterai).
1. Batang karbon (C) sebagai
kutub positif
2. Pasta amonium klorida (NH4Cl)
sebagai elektrolit.
3. Mangan dioksida (Mn02) sebagai
depolarisator.
4. Seng (Zn) sebagai kutub
negative.
Baterai merupakan
alat yang mengubah energi listrik menjadi energi kimia saat pengisian dan
mengubah energi kimia menjadi energi
listrik saat digunakan. Baterai memiliki dua kutub yaitu kutub pertama yang bertanda
positif (+) dan kutub kedua yang bertanda negatif (-).
Di dalam baterai ada
beberapa sel listrik, dan sel listrik tersebut menjadi tempat menyimpan energi
listrik dalam bentuk energi kimia. Elektroda-elektroda yang tersimpan di dalam
baterai ada yang negatif ada pula yang positif. Elektroda negatif disebut
katoda, yang memiliki fungsi sebagai pemberi elektron. Sedangkan elektroda
positif, disebut anoda yang berfungsi sebagai penerima elektron.
Ada aliran arus listrik
yang mengalir dari kutub positif (anoda) ke kutub negatif (katoda). Sedangkan
elektron akan mengalir dari kutub negatif menuju kutub positif.
Di dalam baterai
sendiri, terjadi sebuah reaksi kimia yang menghasilkan elektron. Kecepatan dari
proses ini (elektron, sebagai hasil dari elektrokimia) mengontrol seberapa
banyak elektron dapat mengalir diantara kedua kutub. Elektron mengalir dari
baterai ke kabel dan tentunya bergerak dari kutun negatif ke lutub positif
tempat dimana reaksi kimia tersebutr sedang berlangsung.
Dan inilah alasan
mengapa baterai bisa bertahan selama satu tahun dan masih memiliki sedikit
power, selama tidak terjadi reaksi kimia atau selama kita tidak
menghubungkannya dengan kabel atau sejenis Load lain. Seketika kita
menghubungkannya dengan kabel maka reaksi kimia pun dimulai.
2.
Aki
Akumulator (aki) termasuk elemen
sekunder, yaitu elemen yang reaksi kimianya dapat dibalik. Pada proses
pengisian aki, kutub positif aki dipasangkan pada kutub negatif sumber tegangan
arus searah dan kutub negatif aki dipasangkan pada kutub positif sumber
tegangan arus searah. Akumulator (accu, aki) adalah sebuah alat yang dapat
menyimpan energi (umumnya energi listrik) dalam bentuk energi kimia.
Contoh-contoh akumulator adalah baterai dan kapasitor. Pada umumnya di
Indonesia, kata akumulator (sebagai aki atau accu) hanya dimengerti sebagai
"baterai" mobil.Reaksi kimia yang terjadi pada saat mengisi aki
berkebalikan dengan reaksi kimia pada saat aki digunakan. Hal ini berbeda
dengan baterai yang reaksi kimianya tidak dapat dibalik.
1.Rangka, berfungsi sebagai rumah
akumulator.
2. Kepala kutub positif,
berfungsi sebagai terminal kutub positif.
3. Penghubung sel, berfungsi
untuk menghubungkan sel - sel.
4. Tutup Ventilasi, berfungsi
menutup lubang sel.
5. Penutup, berfung si untuk
menutup bagian atas akumulator.
6. Plat - plat, berfungsi sebagai
bidang pereaktor.
7. Plat negatif, terbuat dari Pb,
berfungsi sebagai bahan aktif akumulator.
8. Plat positif, terbuat dari
PbO2, berfungsi sebagai bahan aktif Akumulator
9. Ruang sedimen, berfungsi untuk
menampung kotoran.
10. Plastik pemisah, berfungsi
untuk memisahkan plat positif dan negatif.
11. Sel-sel
Apabila Akumulator (accu/aki)
saat digunakan maka akan terjadi proses pengosongan pada Akumulator (accu/aki)
tersebut. Proses pengosongan ini akan terjadi perubahan energi kimia menjadi
energi listrik. Setelah lama digunakan maka Akumulator (accu/aki) akan kosong
sehingga perlu di lakukan proses pengisian pada Akumulator (accu/aki). Proses
pengisian ini dapat dilakukan dengan cara memberikan tegangan DC yang lebih
besar dari tegangan Akumulator ( accu/aki) itu sendiri, dimana terminal positif
dari accu dihubungkan dengan sumber DC positif dan terminal degatif accu di
hubungkan keterminal negatif dari sumber DC. Pada proses pengisian Akumuator
ini terjadi perubahan energi listrik menjadi energi kimia.
3.
Elemen Volta
Elemen Volta
yaitu sejenis baterai kuno yang diciptakan oleh ilmuwan Italia Allesandro
Volta. Elemen Volta terdiri dari
tumpukan batang seng, kain yang direndam dalam larutan asam, dan batang tembaga
secara bergantian. Elemen Volta mempunyai kelemahan, yaitu hanya dapat bekerja
dalam waktu yang pendek sehingga tidak cocok untuk kehidupan sehari-hari.
1.
Plat tembaga (Cu) sebagai anoda atau kutub positif
2.
Plat seng (Zn) sebagai katoda atau kutub negatif
3.
H2S04 encer sebagai larutan elektrolit ( larutan yang dapat menghantarkan
listrik )
Jika elektroda seng dan tembaga
dicelupkan ke dalam larutan asam sulfat, terjadilah reaksi kimia yang
menyebabkan lempeng tembaga bermuatan listrik positif dan lempeng seng
bermuatan listrik negatif. Hal ini menunjukkan bahwa lempeng tembaga memiliki
beda potensial yang lebih tinggi daripada lempeng seng. Elektron akan mengalir
dari keping elektroda seng ke keping elektroda tembaga. Jika kutub elemen volta
ini dirangkaikan dengan lampu, arus listrik akan mengalir dari elektroda
tembaga ke elektroda seng dan lampu akan menyala.Beda potensial yang dihasilkan
oleh elemen volta tidak bertahan lama dan lampu akan padam. Hal ini disebabkan
oleh gelembung gas hidrogen yang dihasilkan oleh reaksi kimia larutan asam
sulfat, akan melekat pada keping tembaga sehingga menghambat aliran elektron. Prinsip
elemen volta ini digunakan sebagai dasar dan acuan untuk membuat baterai dan
aki yang dapat bekerja dalam waktu yang lebih lama.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar